Untuk Istriku Penunggu Rumah"Belum ada hilal sayang"
Ku kirim lewat android ini
Dengan harapan kau selalu berdoa untukku.
Tapi ingat sayang,
Gula tak selalu manis
Kedongdong tak selalu masam dan sombong akan masamnya
Harapan terbesar adalah
Kau selalu melapangkan dadamu, bahwa
gula mengikhlaskan manisnya
tatkala pahit menghampiri
Harapan terbesar adalah kau memahami
ketika solusi tak membuahkan helaian-helaian kertas ini menjadi karangan indah.
Oh... aku ngantuk sayang.
Bolehkah aku bermimpi dulu dalam sekejap saja?
Sambil menunggu hilal yang masih jauh terlihat.
Garut, 2017
Oleh : Yofy Fauzi
0 Response to "Sajak Hilal "
Post a Comment